Siapa pengunjung outlet? Siapa yang paling banyak datang ke outlet? Siapa yang kita sasar untuk produk kita?

.

Kalau sepenglihatan semua orang yang perlu makan adalah pengunjung outlet. Semua orang yang kita sasar, dari kecil sampai dewasa. Itu adalah jawaban para pebisnis ketika dapat pertanyaan diatas.

.

Dulu saat ketemu dengan pak Faisol pebisnis resto seafood Putri Asih ada istilah yang menarik dari beliau. Istilah \”Mengejar Hantu\”, istilah ini muncul saat di buka resto Purti Asih, lalu siapa yang di ajak untuk datang ke Resto. Ajak A mental, ajak B mental juga, ajak C ndak kunjung datang juga. Lha trus outlet sepi yang ngisi para hantu, jadi resto seram, kemudian di datangi tim uji nyali. Pertanyaannya jadi bikin resto apa bikin tempat seram? Dan masih juga saya dengar pembicaraan dari tim Citra Kendedes, saat ditanya marketnya siapa oleh tim Imarks? Jawabannya semua dari anak-anak sampai bapak ibu.

.

Kalau Anda yang ditanya apakah punya jawaban yang sama?

.

Padahal sebenarnya kalau lebih digali mereka anak-anak yang datang ke outlet adalah karena ngikut ortunya, dari otunya biasanya lebih banyak yang memutuskan adalah ibu. Gambaran lainnya produk popok, yang makai anak-anak, nah kalau di terliti siapa yang membeli popok adalah mereka para ibu-ibu. Sehingga komunikasi yang perlu dilakukan kepada mereka ibu-ibu.

.

Mengurai istilah mengejar hantu dari pak Faisol pada saat itu kami lakukan sebuah treatment. Treatment ini juga kami lakukan di Palu, pak Fais di Radja Penyet Mas Fais dan Pak Fajrin Naoro. Namanya adalah PROFILING OUTLET. Treatment ini perlu satu orang/bergantian sesuai shift yang membawa tools dari kami. Kerjaannya hanya duduk manis dan membuat pagar. Unik kegiatan ini menjadi masalah ketika di Palu. Tim yang ada di satu shift merasa iri, kq kerjaannya duduk manis, disaat outlet ramai.

.

Tapi ya memang begitu kerjaannya. Perlu diingat bahwa melakukan profiling juga tidak terus2an. Bisa dilakukan secara berkala 3 bulan sekali dengan waktu full seminggu atau per 6 bulanan. Tujuannya untuk memvalidasi apakah pengunjung kita berubah atau tetap.

.

Seusai tim melakukan profiling maka tersadarlah para pemilik outlet ternyata pengunjung outle itu x% mahasiswa, y% pekerja dll. Dengan diketahui data statistiknya maka info promosi bisa disesuaikan. Cara ngomong ke millenial berbeda dengan cara komunikasi dengan baby boomer. Lihatkan dampak dari setelah profiling pemilik usaha jadi lebih spesifik dalam melakukan bisnisnya. Contohnya pak Nanang dengan Nelongso, Nelongso pengunjungnya adalah Mahasiswa, maka setiap outlet baru pasti akan mengepung universitas, program yang dibuat mereka-mereka mahasiswa. Opening akhir bulan, dengan free 500 porsi Nelongso bisa menyelamatkan para mahasiswa yang belum dapat kiriman uang saku.

.

Ini adalah contoh tools dalam melakukan profiling.

\"\"

Di analisa dengan cara seperti ini

\"\"

Tercerahkan? Sudah bisa menjawab siapa pengunjung outlet?

.

Salam pertumbuhan

Handy Priyanto Utomo

Imarks

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Go Top