28 November 2019 menjadi pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Pekanbaru. WOW keren itu kata pertama yang muncul dalam benak saya saat sampai di bandara Sultan Syarif Kasim II. Bandara yang besar dan berstandart Intenasional. Akes jalan yang mudah dan terstruktur sehingga dengan mudah saya bisa ketemu pertama kali juga dengan owner MarDjoe pak Rizky. Setelah itu kembali saya menemukkan hal baru ketika saya di ajak makan di sate padang. Sate yang biasa saya nikmati dengan bumbu kacang, menjadi berubah. Sate yang ada di balut dengan bumbu semacam kare yang di masak pakai bara. Nikmat sekali sate pada malam itu, walau itu adalah menu baru yang pertama kalinya masuk dalam mulut saya.

MarDjoe di Pekanbaru bisa dikatakan sebagai Leader untuk usaha dunia permatabakan dalam kategori penjualannya. Jam buka mulai 15.00 sampai jam 21.00, di sekitaran jam 17.00-18.00 dan 19.00-20.00 MarDjoe selalu dipenuhi dengan antian panjang. Baik dari pasukan ijo (abang2 ojol) dan pengunjung langsung. Promo saat ini yang berjalan adalah Mamimumeo program kerjasama bersama ojol dan program diskon yang menjadi andalan dari MarDjoe. Produk martabak keju cokelat menjadi ujung tombak penjualan MarDjoe. Bisa dikatakan program promo yang berjalan berhasil dalam mendatangkan leads.

Tapi ternyata ada hal yang tidak disadari disini. Dengan mengikuti program promo tersebut apakan MarDjoe dapat untuk atau hanya dapat capeknya doang atau bahkan bisa merugi? Yap ini adalah hal yang sering pebisnis alami. Niat ingin ikut eksis dengan promo yang lagi ramai, eh tanpa setting harga dan budgeting yang benar akhirnya jadi boncos. Keringat terus mengucur dari tim pemasak, rasa panasnya kompor memenuhi container, namun MarDjoe seakan-akan hanya menjadi sebuah yayasan. Tidak ada untung/profit signifikan yang di dapat.

Pernah MarDjoe membuat promo yang di kunci di 75 pcs penjualan, namun ternyata di lapangan produk yang keluar tembus 100 pcs. Sadar akan batasan yang dibuat, namun hati tidak rela membuat pelanggan kecewa. Akhirnya loss dibiarkan melewati pcs yang di alokasikan. Hal ini bisa terjadi saat program promo tidak dihitung dengan baik. Gpp gpp loss, masih untuk kq. Bisa berbeda saat sebelumnya dana marekting dihitung dengan seksama. Bisa diketahui oh kalau kita lebih dari x pcs kita akan merugi, maka hentikan promo saat y pcs tercapai.

Apa kalian mengalami hal yang sama? Sudah membuat hitung2an saat promo? Tahu indikator apa saja yang ada dalam hitungan?

November

Handy Priyanto

Salam Pertumbuhan

Imarks

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Go Top