Disini sudah pastinya mengenal istilah marketing mix, yap marketing mix yang 7P ituloh. Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence, yap strategi umum ini sering digunakan untuk menawarkan dan menentukan produk yang akan ditawarkan ke market. Konsep ini bisa diaplikasikan ke segala bidang bisnis, tidak terkecuali bisnis kuliner.

Dalam bisnis kuliner tentunya product akan menjadi marwah atau ruh dari bisnis itu sendiri, enak akan menjadi standart minimalis sebuah bisnis kuliner. So, yang akan dibahas kali ini bagaimana teori marketing mix ini bekerja untuk bisnis kuliner.

Dalam teori dan pengalaman saya memang faktor tempat juga berpengaruh bagi setiap bisnis kuliner, terutama bagi para bisnis owner yang lebih suka jika pemasukan terbesarnya dari Dine In. Meskipun sekarang sudah ada banyak aplikasi online yang siap mengantar makanan kemanapun. Place sangatlah penting, karena pemilihan tempat akan berpengaruh terhadap pemasukan bisnis kuliner ini dan ini pernah sih terjadi disalah satu klien , dari segi produk sudah oke banget tapi restonya sepi- sepi aja.

Ternyata dari tempatnya saja memang tidak direkomendasikan, jauh dari kata ramai. Naasnya lagi berapa duit yang sudah keluar untuk menempati dan tata ruang interior dan eksteriornya, menjadi sulit kembali karena memang g ada market yang masuk ke resto anda.

Jadi dalam marketing mix untuk bisnis kuliner yang dimana nanti akan membuka outlet , ada bentuk fisiknya disarankan marketing mix yang digunakan 4P yang pertama dari 7P adalah PLACE. Ya karena pemilihan tempat akan menentukan nasib bisnis kuliner yang dijalankan, jadi disini ada yang merasa salah tempat ?

Salam
Nicholas Ryan A.W.
PT Fortuna iMARKS Trans

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Go Top