Mendorong diri sendiri untuk lebih customer oriented, alias lebih peka dan sambung komunikasinya dengan konsumen. Bekalnya sederhana.

Yang belanja konsumen,
Yang bawa uang konsumen,

Kita hanya perlu lebih ngobrol dengan konsumen. Bagaimana caranya? Mudah. Tanya ke konsumennya, jika membeli produk lagi, rencananya beli produk apa? Ini adalah cara paling polos untuk mendeteksi dan memprediksi minat pembelian berikutnya dari sang konsumen. Contoh di produk Hijab :

Jika Saya tanya. Kalau beli 1 DAFFI Hijab Langsung jawab dengan cepat, tanpa mikir, Kalau diberi penawaran, Anda langsung mau beli DAFFI Hijab, jika ditawari Yang model apa? Warna apa?

Contoh di produk Baso Aci :

Jika Saya tanya. Kalau beli 1 Ciomy, Langsung jawab dengan cepat, tanpa mikir, Kalau diberi penawaran, Anda langsung mau beli Ciomy, jika ditawari. Ciomy Jenis Apa? Rasa apa?

DAFFI Hijab dan Baso Aci Ciomy adalah 2 brand yang Saya turut terlibat dalam proses marketingnya.

Sekarang jamannya Customer Oriented, Berfokus pada konsumen. Pendekatan yang berorientasi pada pelanggan atau customer oriented adalah pendekatan yang menempatkan pelanggan di awal, tengah, dan akhir transaksi penjualan. Perusahaan dan bisnis yang baik akan menempatkan customer sebagai fokus utama.

Cintailah customer, Fanatiklah pada customer, Miliki obsesi pada customer, Bagaimana membuat customer jadi : lebih! Ketika mereka menggunakan produk barang maupun jasa Kita.

Pssst…. Ada cara mudah agar customer yang Kita bidik, jadi melihat penawaran yang Kita buat. Caranya?

  1. Bikin dan upload status WA yang berisi penawaran produk atau promo Kita.
  2. Cari kontak WA customer yang Kita sasar.
  3. Pantau dan lihat status WA nya.
  4. Beri komen yang nyambung dan relevan pada status WA dia.
  5. 80% orang yang diperlakukan begitu, akan pantau dan tengok balik ke status Kita.

Buktikan. Kalau customer yang Kita sasar, nggak nyetatus WA? Jangan pusing, cari customer lain yang sedang bikin status. Gitu aja kok repot 🤭🤭

Cuman tipsnya, Statusnya jangan yang murni dan full jualan melulu. Selang seling yang variatif. Rumusnya :

1 konten ringan

1 konten jualan

1 konten ringan lagi.

Kayak burger. Roti, Daging, Roti lagi. Kasih selingan agar nggak padat dan berat jualan melulu. Males juga orang liatnya. Beri selingan dan kejutan…. Salah satunya, perbanyak stok tebakan receh penarik perhatian……. Contohnya :

Grup Penyanyi Cilik Apa, Yang Suka Ketawa? 😇 Artis Artis Siapa, Yang Suka Kirim Email? Bawang Bawang Apa, Yang Jarang Pulang? Kenapa Orang Botak, Cenderung Lebih Bahagia?

Nah, berbekal tebakan receh, Jualan, Tebakan receh, Strategi menata status WA ala burger.

Buktikan sendiri, kalau interaksi akan lebih tinggi, dan penonton status barang jualan Kita, akan meningkat pesat. Teknik yang sama dapat diterapkan di stories IG dan stories FB, maupun stories TikTok.

\"\"
Komunikasi dengan konsumen

Perlakukan Pelangganmu, Seperti Teman Baikmu.

Orang mungkin tidak benar benar mengingat kuat apa yang Kamu lakukan atau katakan, Tapi mereka akan selalu mengingat apa yang Mereka rasakan saat Kamu perlakukan mereka.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Go Top