Ketika persaingan pasar semakin ketat, semakin banyak pemain baru yang masuk, maka disini peran marketing dalam menyusun strategy diperlukan. Untuk bisa menjadi pembeda diantara para kompetitor maka startegy brand positioning diperlukan. Membangun brand positioning merupakan hal yang krusial dan hal yang serius dilakukan, dimana kita coba menyampaikan pesan makna yang akan tertanam di benak market.

Kita ambil contoh KFC dan McDonald. Kedua resto fast food ini sama – sama jualan ayam goreng dan burger, lantas apa yang membedakan mereka. Menariknya dibenak market sekarang yang terbentuk adalah, jika ingin makan ayam goreng ala western maka kita ke KFC, tapi kalau ingin nongkrong dengan temen- temen maka kita akan pilih McDonald. Mengapa bisa demikian, karena salah satu faktornya KFC secara spesifik menyematkan keunggulannya pada tagline mereka KFC \”Jagonya Ayam\”. Dengan demikian benak market terbentuk kalau KFC ini tempat makan ayam goreng ala western.

Membangun brand positioning erat hubungannya dengan membangun asosiasi brand tersebut. Dalam usaha menciptakan massage yang ingin ditanamkan dibenak market maka marketer harus konsisten dan inline dalam menyampaikan komunikasinya kepada market. Sebagai contoh jika kita ingin brand kita diasosiasikan dengan brand yang \”kekinian\” maka pesan tersebut yang harus disampaikan konsisten dalam bentuk apapun sehingga benak market berhasil menangkap bahwa brand kita itu kekinian dan beda dengan yang lain.

Terakhir, ada beberapa studi kasus menarik yang bisa kita bahas berdasarkan pengalaman saya dengan beberapa klien, dan beberapa point yang perlu diperhatikan dalam membangun brand positioning, nantikan di tulisan saya selanjutnya.

Nicholas Ryan

PT Fortuna iMARKS Trans

Tags: IMARKS, kuliner

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Go Top