Pertengahan 2019 ini banyak hal baru yang saya temukan bersama teman- teman iMARKS. Hal yang ditemukan ini sepele namun ternyata dibalik sepele nya itu mengandung banyak dampak. Jadi yang mau saya ceritakan kali ini adalah tentang bagaimana sebuah resto mengelola menu dan menampilkannya dalam sebuah bentuk visual. Hal yang sering terjadi tapi jarang disadari adalah saat Anda sebagai konsumen, datang ke sebuah restoran/ tempat makan apapun kemudian dimana tempat itu menyediakan buku menu, yang terjadi/ yang Anda lakukan terhadap buku menu itu adalah scanning bukan membaca. Yap, Scanning, pengelihatan Anda akan tertuju pada visual gambar terlebih dahulu , kemudian pada tulisannya. Contoh kasus lain jika tersedia menu board seperti pada restoran fast food, yang Anda lakukan adalah jika tidak melihat pada sesuatu yang unik/ besar maka akan membaca menu board dari kiri – kanan. Iya apa iya ?

Yap, memang itu hal sederhana tapi justru jika lolos tentang hal ini saja maka bisa- bisa kita kehilangan potensi pembelian yang diharapkan. Kita ambil contoh salah satu klien saya yang sekarang ini sudah berhasil melakukan efisiensi menu hampir 40%. Pada saat kami masuk pertama kali utnuk memberikan MDP, Si Klien ini ternyata memiliki 146 menu, hal yang terlintas pada waktu itu adalah COGS, Supply Chain dan Storage. Langsung kepikiran 3 hal itu , karena ya bagaimana mereka bisa mengelola jumlah menu itu dan berapa banyak lost dari situ, sempat terheran- heran sampai akhirnya memutuskan untuk membuka data penjualan tiap menu 6 bulan terakhir. Hasilnya sesuai dengan prediksi awal, tidak semua menu ini keluar setiap harinya. Jadi kelanjutannya tau sendiri lah ya kalo punya banyak menu tapi tidak semuannya optimal.

Denga seizin dan kerelaan Sang Owner akhirnya kami sepakat untuk memangkas sebanyak 40% total menu. Ya, sekarang menunya sudah lebih sedikit, loh kok beda sama judulnya? , sengaja dibuat begitu karena itu yang pasti terbesit dipikiran saat buka usaha kuliner. Iya apa iya? Ada beberapa orang sih yang pemikirannya seperti itu, semoga Anda tidak termasuk. Banyak Menu belum tentu Banyak Keuntungan, karena tiap bisnis pasti punya menu \”Andalan\” alias menu yang paling laku diantara menu yang lain, prinsip pareto bekerja disini. Maka dari sini bisa diperhatikan dulu jika ingin membuka menu yang sebanyak itu , banyak pertimbangan yang perlu diliat, misal tentang perilaku market, COGS, penyimpanan dan lain- lain. Jangan sampai salah langkah sehingga bisa menggerus profit bisnis Anda.

Oke itu untuk Insight tentang menu, jadi perlu diingat ya Banyak Menu Banyak Keuntungan kalau laku semua, kalau tidak maka COGS bengkak dan profit bisnis semakin tipis. Artikel selanjutnya akan membahas tentang penyusunan menu ya gaes.

Salam
Nicholas Ryan

PT Fortuna iMARKS Trans

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Go Top